Ketika terpuruk dalam duka, maka sesegera mungkin menyadarkan diri bahwa segala yang berasal dariNYA akan kembali kepadaNYA, semua sekedar titipan yang suatu saat pasti akan ditarik kembali entah disebut takdir atau apa, semua akan kembali kepadanya jika ia menghendaki.
Atas nama seorang hamba, Segenap jiwa, raga, kelebihan serta kekurangan ,kami kiat serahkan sepenuhnya,
Semoga tiap musibah senantiasa bisa disikapi dengan bijak. Semua telah direncakan, serta diatur oleh yang maha mengatur
Asal nulis asal coret
Senin, 25 Februari 2019
Kamis, 14 Februari 2019
Pagi yang telah pergi
oleh:
sulaeni
Kata orang bukan coklat yang membahagiakan tapi pertemuan
well ,,,
Tulisan ini dibuat ditengah ruwehnya skripsi dan ujian-ujian hidup lainnya hehe
meski otak sekarang kek udah penuh dengan pikiran2 aneh bin ajaib, tapi aku tetap dong sama jiwa alay ini pengen cerita sesuatu yang menurut aku harus aku ceritain dan harus aq abadikan di blog ini, supaya nanti anak cucu lihat wkwk
well,,
Saat nulis tulisan alay ini aku berusaha dengan posisi senyaman mungkin, dan kebetulan dari jendela terlihat remangan senja yang sedikit melambai dan menawarkan diri untuk menemani celotehku, meski di balik pintu tepatnya di ruang tv aku harus tutup telinga dengan suara running man dan walking dead yang sangat menganggu kegalauan aku ini . hmm okey kita lupakan saja dan now back to layar hape.
pertama-tama aku harus ngasih tau dulu, kalo aku suka senja. wkwkwk
okey,
Beberapa waktu yang lalu, ada yang hadir terang2an , aku gk tau kenapa ketika itu aku begitu mudah untu menaruh hati lagi lagi dan lagi. yah! aku gagal untuk tidak jatuh cinta lagi. tapi ternyata itu tak lama, bisa di hitung dengan jari2 begitu singkat dan begitu dalam
aku mencoba menyadari bahwa ia sama kejammnya dengan tanda titik, mengaihiri sebuah cerita begitu saja meski aku belum ingin itu berakhir dan berharap tak pernah berakhir, tapi sekarang aku haru kembali belajar seperti dulu2, belajar menyadarkan rasa, bahwa allah memang belum meridhai, tapi tetap saja aku berusaha merayu tuhan, agar dia bisa luluh dan merubah semuanya. sekuat tenaga aku merayu tapi tetap rencana dia memang tak bisa aku kalahkan. dan kala senja datang aku masih belum bisa menepis bayang dia yang hadir begitu cepat dan hilang begitu cepat juga, ingin mengelak tapi air mata terlanjur runtuh berjatuhan.
Sedari awal aku tak ingin menanggapi kebaikannya, tapi semakin lama aku terlanjur luluh atas perhatian yang terlihat tulus, kami saling bertukar kabar tiap harinya, dia selalu menyapa tiap pagi, dia tagih senyum2 ku yang katanya mampu menjadi energi, aku berusaha biasa tapi? aku juga tak mampu menutupi rasa ku. dan ya aku bahkan telah memberikan hati ku . Dan sampai akhirnya aku pada tiitik dimana berusaha menjedakan perhatianku, menyiksa diri untuk tidak menguhubunginya duluan, berharap akan dia cari, dan ternyata, boro-boro mendapatkan kabar, di tinggalnya adalah yang aku dapat,
aku masih ingat, bagaimana ia begitu mencemburui masa lalu ku, dan ternyata? masa lalu dialah yang belum selesai. aku diam2 mencari tau bagaimana dia dan bagaimana masa lalunya yg mungkin blm iya ceritakan kepadaku, dan! apa yang aku dapatkan? ya ia masih begitu rapat dan rapi menyimpan masa lalunya sehingga memilih kembali melanjutkan yang terjeda bersamanya, yah aku bisa menyimpulkan, aku hanya pengisi kekosongan ketika ia terjeda dengan masa yang pernah dia sebut masa lalu itu, tak ku sangka yang aku anggap hebat adalah yang paling tega menyakiti :) ia menjanjikan bahagia tapi yang dia hadiahi ternyata luka juga, menjanjikan kedatangan tapi raganya tak kunjung datang, menjanjikan tak ada air mata tapi berita buruk yang ia suguhi, sehingga air mata juga kerap kali jatuh. Aku menunggu nya tiada henti tapi ternyata disana di kejauhan dia berbagi hati dan mungkin seluruh hatinya untuk dia,tapi tak apa. setidaknya aku kalah dengan baik-baik
Aku sangat ingin mencintai dia lebih dari cintaku di masa lalu, menahan diri dari persaan orang lain yang ingin mendatangi, aku berusaha mencintai dia dengan sebaik2nya egois, kita sama2 sejalan perihal tidak ada yang tersakiti dan menyakiti, dan pada akhirnya kalimat itu tidak ada pengaruhnya, aku tersakiti, dan ini menyakitkan!
Benar, aku seharusnya mencintainya dalam batas wajar sehinggat tak begitu dalam seperti ini aku menaruh harap.
teruntuk kamu yang sekedar singgah berbahagialah dengan yang berbeda itu :) happy wedding, dan bahagia selalu :)
Dan disini biarkan saja anak kemarin sore tersenyum, tegar sabar sesuai umur heheh.
terimakasih telah membaca tulisan yang tidak berfaedah ini
sulaeni
13 februari 2018
Minggu, 30 September 2018
singkat tapi bikin pintar
Singkat tapi bikin pintar
Oleh : Sulaeni
Tak ada yang lebih kuat dari firasat sendiri.
Tulisan ini di buat ketika bingung pulang Magang mau kemana? hehe
Bicara soal perasaan tidak ada seorangpun yang bisa menerka hal apa yang akan terjadi esok. sesuatu yang hari ini indah bisa jadi besok berubah menjadi buruk dan begitu juga sebaliknya. Pun bisa sesuatu yang kita anggap biasa hari ini adalah sesuatu yang akan sangat kita sanjung di hari esok, begitu juga dalam hal cinta mencinta dan sayang menyayangi, ketika sudah bicara soal perasaan kita tidak bisa memisahkannya dengan dua hal yaitu rasa bahagia dan kecewa. Setiap orang pasti pernah berada di masa itu merasakan mencintai seseorang dengan begitu tulus dan pernah kecewa kepada seseorang dengan sangat dalam. jatuh cinta dan kecewa tidak hanya di khususkan untuk seorang pria dan wanita dalam menjalin suatu hubungan bisa juga pada sahabat, kerabat ataupun orang -orang terdekat lainnya.
Tapi yang sering sekali terjadi adalah persoalan cinta mencinta dan benci membenci antara pria dan wanita dalam menjalin suatu hubungan.
Jika kamu berani jatuh cinta maka kamu juga harus menyisakan satu ruang untuk kecewa, ya kurang lebih seperti itu. Sebagai manusia biasa apalagi perempuan yang rentang dengan rasa baper, tidak butuh waktu lama untuk bisa mempercayai setiap kalimat manis yang keluar dari mulut lawan jenisnya. ya mungkin awalnya biasa sedikit cuek atau bahkan acuh tak acuh ibarat batu kalau terkena air terus menerus lama-lama akan berlubang, sama halnya dengan hati, apalagi kalau air yang di kenai itu adalah perhatian dan kalimat2 manis yang kalau sudah kena hati susah untuk di hindari.
sebagai perempuan, gombalan dan rayuan adalah cemilan mereka di awal perkenalan meski sudah biasa dan tau rumusnya tetap saja sulit untuk menghindarinya.
Sedikit cerita, di bulan Agustus lalu cerita manis kecut dan asin dengan durasi pendek berakhir tanpa kejelasan rasanya kayak nonton drama lawyer lawless , digantung, mengambang dan tak jelas dan tiba2 saja muncul drama lain dengan tokoh yang sama cuman beda judul wkwk.
yaa namanya juga firasat calon ibu ya pasti benar dan tepat wkwk , ketika itu sebelum sebuah tradisi wajib itu tiba, tentu sudah ada perasaan kurang enak, yang rasanya seperti sedang ngemil buah kesemak yang belum matang, mau ditelan susah dan mau di muntahin juga susah, sepet banget.
Well,mari kita tinggalkan buah kesemak yang jahat itu.
Berusaha mematahkan firasat sendiri adalah cara satu-satunya yang di lakukan saat itu agar kemungkinan-kemungkinan buruk yang lalu lalang dalam pikiran bisa hilang dan tak terjadi. Tapi tetap saja tidak bisa di hindari, pikiran buruk itu selalu saja muncul sampai akhirnya terjadilah apa yang tidak di harapkan itu. Memang menyebalkan, menyesal rasanya karena pernah berandai-andai buruk .
Sekiat apapun kita mengikat kalau sudah liar tetap saja terlepas, bicara soal kalimat ini jadi teringat sapi-sapi ku di kampung halaman eeeh (apasih).
Di sayang sudah,perhatian juga sudah lalu apa yang kurang? ternyata tak ada yang kurang hanya saja yang dia inginkan bukan kita. kurang lebih seperti itu.
Sebelum semuanya benar-benar berakhir diri selalu saja bertanya dengan batin sendiri kesalahan seperti apa yang telah di perbuat diri hingga ia harus bungkan tanpa kata? akhirnya dengan niat ingin memperbaiki, memulai kata maaf adalah salah satu pilihan saat itu agar semua kembali seperti sedia kala, namun tetap saja ia memilih bungkam. Sampai akhirnya diri menyerah dan diam diam ikut berlalu pergi tapi juga berharap untuk dicari.
Meskipun begitu walaupun diri juga ikut berlalu masih saja ada rasa menyalahkan diri sendiri dengan apa yang terjadi merasa diri sendirlah penyebab dari segalanya. Tetapi, setelah semua terlihat jelas dan pasti rasanya ingin berlutut dan meminta maaf kepada diri sendiri karena telah sepenuhnya menghukum diri dan menghakimi bahwa diri sendiri adalah penyebab dari segala yang terjadi. ternyata semua telah direncanakan dia berhenti karena memang sengaja ingin berpetualang ke arah lain tanpa harus pamit dari masa dimana ia pernah berjanji tinggal.
Menyesal? tentu perlu karena dari situ kita bisa belajar banyak hal, karena beberapa orang mengaggap bahwa sebuah penyesalan seharusnya tidak dirasakan atau tidak perlu ada yang namanya menyesal, ada juga yang bilang bahwa menyesal itu mutlak ada. Sejatinya kita hidup untuk belajar, dari lahir sampai menjelang ajal kita pun belajar. Tuhan telah menciptakan banyak rasa untuk dirasakan oleh hati manusia, senang, sakit cinta, sesal dll.
banyak orang yang mengatakan juga bahwa penyesalan selalu datang terlambat. memang benar adanya, takdir telah meletakkan penyesalan di akhir sebuah episode, tanpa menyesal kita tidak akan bisa belajar dari kesalahan yang sama.
Tapi, penyesalan juga tak bisa berlarut-larut karena dapat menghancurkan hati dan mental secara perlahan.
terimakasih untuk pelajaran berharga yang sempat dipelajari. pelajaran yang belum pernah dipelajari sebelumnya. meski berakhir pahit masih ada awal bahagia yang masih layak untuk dikenang.
NB: terimakasih telah membaca tulisan yang tidak berdaedah ini
Sulaeni, 30 september 2018
Senin, 25 Juni 2018
Just think
Tidak semua yang suka membaca itu suka menulis, dan tidak semua yang suka menulis itu suka baca.
Jika anda tidak setuju saya tidak perduli 😁
Minggu, 24 Juni 2018
Ngaco
Pahami masa lalu seseorang karena tiap orang punya masa lalu begitupun kamu sendiri.
_sulaeni_
Jumat, 22 Juni 2018
Hanya makhluk Alay yang ingin sembuh
Rentang cerita
Oleh : Sulaeni
Oleh : Sulaeni
Akhirnya aku sampai
pada batasku, akhirnya aku sampai pada titik yang tak bisa kulewati, aku tau
akhirnya akan seperti ini, aku tidak pernah menyalahkan siapapun atas apapun
yang menimpaku, aku tidak pernah mencari siapa yang harus ku salahakan untuk
setiap sayatan luka yang tergores.
Aku menyadari semuanya,
aku menyadari akhirnya sebelum cerita ini kumulai, aku menyadari semua
resikonya ketika aku pertama kali menyukainya, saat ini mungkin tidak salah
jika aku menangis juga mungkin bukan salahnya karena buatku menangis, mungkin
salahku karena terlalu menaruh harap padanya, meskipun sebenarnya aku tau dia
tidak mengatakan apa apa, tapi apa yang terjadi antara aku dan dia membuat aku
berharap lebih, itu salahku.
Akhirnya tiba,
Akhirnya sudah di depan
mataku aku rasa aku terjebak dalam beberapa hal yang tak mampu kuhindari,
rasanya ini tidak adil untukku, bagaimana mungkin mencintainya seperti ini,
bagaimana mungkin aku berharap lebih padanya yang sepenuhnya tak bisa kumiliki
meskipun tubuh kasarnya, mungkin rasanya hampir sama seperti diiris.
Mungkin juga bisa lebih
dari itu aku sudah terlalu berani bermimpi, aku sudah terlalu berani terbang
dengan sayap yang tak lagi utuh, ku hanya berfikir bahwa mungkin ia akan
menguatkan sayapku, tapi aku salah, kini aku terhempas jauh, jauh sekali,
sayapku tak lagi kuat, mimpiku tak lagi indah, ini suram bahkan mungkin begitu
menyeramkan, aku kembali ke masa dimana aku pernah ingin terbebas dan merdeka, aku kembali pada titik sulit yang pernah aku
lalui dalam hidupku, aku kembali kepada masa dimana aku pernah ingin lari
darinya,
Sadar bahwa dekat bukan
berati tak selalu bersama,bersama namun tak harus saling bersentuhan, bersentuhan
namun tak harus selalu menyatu. Aku melupakan beberapa kenyataan bahwa ia
hanyalah seseorang yang hanya mampu kurindukan dalam diamku, bahwa dia hanya
orang yang hanya mampu kucintai dalam ketidaktauanku, aku melupakan kenyataan
bahwa dia bisa saja pergi dan meninggalkanku, aku terlalu percaya diri
mengatakan bahwa ia tidak akan bisa pergi jauh dariku.
Hari itu waktu menunjukan semuanya, pertanyaan yang
selalu ingin kujawab namun tak pernah bisa, Harapan yang selalu ingin
kuwujudkan namun tak pernah kesampaian, hari ini aku memahami segalanya bahwa
dia telah kembali ketempat dimana dia
pernah ingin mencoba terlepas, hari ini aku menyadari bahwa ia pergi ketempat
dimana ia seharusnya tinggal, akupun pernah berfikir ingin menjadi tempat
dimana ia akan tinggal, pernah berfikir ingin menjadi tempat dimana ia tak
harus pergi dan mencari tempat persinggahan yang lain, mungkin egois, tapi
sebenaranya aku hanyalah wanita yang juga ingin menjadi satu satunya di
hatinya, ingin menjadi satu satunya orang yang ia cintai aku salah! Aku hanya berfikir seolah olah aku tidak hidup
dengan banyak orang, aku salah karena berfikir terlalu polos, mempercayai semua
apa yang dia ucapkan tanpa berfikir bahwa dia bukanlah malaikat yang diciptakan
tanpa hawa nafsu.
Mungkin benar, aku
gagal, aku kalah dan aku keliru mencintainya. Benar aku begitu berharap bisa
bersamanya dalam 7 kehidupan selanjutnya, tapi mungkin aku gagal, karena aku
tidak bisa berada di antara keduanya, dan aku keliru pernah berfikir bahwa dia
benar mencintaiku sampai akhirnya aku kalah karena keadaan cinta dan waktu
tidak pernah berpihak padaku, aku kalah, tidak cukup bisa memenangkan hatinya,
Ketika semuanya usai, aku
tak berfikir tentang bagaimana aku kedepannya, yang aku tau skrang aku tak lagi
bisa mempercayai apapun dalam hidupku, aku tidak ingin terlalu percaya bahwa
aku bisa mencintai dan jatuh cinta,rasanya sekarang semuanya berubah, rasanya
sekarang aku tidak bisa terlalu percaya tentang cinta.
Yang aku tau sekarang
aku seperti orang yang selalu merindu tapi tidak pasti apa yang harus
kurindukan, Rasanya sekarang aku seperti mencintai tapi tidak tau apa yang
harus kucintai, rasanya seperti menunggu tapi entah apa dan siapa yang aku
tunggu, rasanya seperti mimpi, ia
datang, dan pergi, dan ketika terbangun aku hanya sendiri ,masih sendiri, dan
mungkin akan selalu sendiri
Mungkin skarang dia
bahagia, berada di tempat dimana ia sebenanya ingin pulang namun tertahan
perasaanku yang terlalu ingin memilikinya, mungkin sekarang ia tersenyum lepas,
senyuman mungkin yang tak pernah ia tunjukan padaku, mungkin sekarang ia sedang
bersama orang yang benar benar ia cintai, namun selalu mencari alasan untuk
mengatakan bahwa ia tidak mencintainya, akan tetapi dia terlalu bodoh, dia
tidak tau bagaimana menyembunyikan perasaanya dengan benar, dia selalu
mengatakan tidak, meskipun hatinya mungkin menolak, entahlah, mungkina karena
ia takut menyakitiku atau karena hanya ingin menunjukan kalau dia terlalu
pintar bersandiwara,
Jangan menunggu, Jangan
berharap, Jangan menoleh. Berjalanlah, yakinkan hatimu bahwa ia takan kembali, yakinkan
hatimu bahwa sekarang kita bukanlah apa apa, buanglah harapan itu, biarkan
terkubur bersama waktu, nanti pada waktunya juga akan ada yang benar benar
mengerti bagaimana kamu berjuang, akan ada yang berdiri disampingmu untuk
selalu menggenggam tanganmu tanpa berfikir untuk melepaskannya, nanti akan ada
saatnya dimana tuhan memberikan seseorang yang ketika bersama kamu akan selalu
merasa jatuh cinta berkali kali, sampai km merasa bingung kenapa harus
mencintainya
Akhirnya, aku sampai
dititik dimana aku harus benar benar merelakanmu, membiarkan semua yang terjadi
menjadi kenangan, Entah apa aku punya kemampuan dan kekuatan lebih untuk
menghadapimu esok dan lusa, yang aku tau bahwa sekarang aku hanya ingin menjauh
dari ketidakmungkina ini, mejauh dari kenyataa terburuk ini, aku berharap bahwa
ini hanyalah mimpi yang sedang mengganggu tidurku, aku berharap bahwa tuhan
sedang mencoba menggodaku.
NB : Cerita ini Bukan berdasarkan pengalaman pribadi
Terimakasih telah mampir Membaca tulisan yang tidak berfaedah ini.
(sulaeni)
Yogyakarta 22 Juni 2018
Kamis, 21 Juni 2018
Wejangan sebelum kantuk
Siapapun yang ada di dekat kamu mereka adalah cerminan dari diri kamu
Selamat rehat
Selamat rehat
Langganan:
Postingan (Atom)