Rentang cerita
Oleh : Sulaeni
Oleh : Sulaeni
Akhirnya aku sampai
pada batasku, akhirnya aku sampai pada titik yang tak bisa kulewati, aku tau
akhirnya akan seperti ini, aku tidak pernah menyalahkan siapapun atas apapun
yang menimpaku, aku tidak pernah mencari siapa yang harus ku salahakan untuk
setiap sayatan luka yang tergores.
Aku menyadari semuanya,
aku menyadari akhirnya sebelum cerita ini kumulai, aku menyadari semua
resikonya ketika aku pertama kali menyukainya, saat ini mungkin tidak salah
jika aku menangis juga mungkin bukan salahnya karena buatku menangis, mungkin
salahku karena terlalu menaruh harap padanya, meskipun sebenarnya aku tau dia
tidak mengatakan apa apa, tapi apa yang terjadi antara aku dan dia membuat aku
berharap lebih, itu salahku.
Akhirnya tiba,
Akhirnya sudah di depan
mataku aku rasa aku terjebak dalam beberapa hal yang tak mampu kuhindari,
rasanya ini tidak adil untukku, bagaimana mungkin mencintainya seperti ini,
bagaimana mungkin aku berharap lebih padanya yang sepenuhnya tak bisa kumiliki
meskipun tubuh kasarnya, mungkin rasanya hampir sama seperti diiris.
Mungkin juga bisa lebih
dari itu aku sudah terlalu berani bermimpi, aku sudah terlalu berani terbang
dengan sayap yang tak lagi utuh, ku hanya berfikir bahwa mungkin ia akan
menguatkan sayapku, tapi aku salah, kini aku terhempas jauh, jauh sekali,
sayapku tak lagi kuat, mimpiku tak lagi indah, ini suram bahkan mungkin begitu
menyeramkan, aku kembali ke masa dimana aku pernah ingin terbebas dan merdeka, aku kembali pada titik sulit yang pernah aku
lalui dalam hidupku, aku kembali kepada masa dimana aku pernah ingin lari
darinya,
Sadar bahwa dekat bukan
berati tak selalu bersama,bersama namun tak harus saling bersentuhan, bersentuhan
namun tak harus selalu menyatu. Aku melupakan beberapa kenyataan bahwa ia
hanyalah seseorang yang hanya mampu kurindukan dalam diamku, bahwa dia hanya
orang yang hanya mampu kucintai dalam ketidaktauanku, aku melupakan kenyataan
bahwa dia bisa saja pergi dan meninggalkanku, aku terlalu percaya diri
mengatakan bahwa ia tidak akan bisa pergi jauh dariku.
Hari itu waktu menunjukan semuanya, pertanyaan yang
selalu ingin kujawab namun tak pernah bisa, Harapan yang selalu ingin
kuwujudkan namun tak pernah kesampaian, hari ini aku memahami segalanya bahwa
dia telah kembali ketempat dimana dia
pernah ingin mencoba terlepas, hari ini aku menyadari bahwa ia pergi ketempat
dimana ia seharusnya tinggal, akupun pernah berfikir ingin menjadi tempat
dimana ia akan tinggal, pernah berfikir ingin menjadi tempat dimana ia tak
harus pergi dan mencari tempat persinggahan yang lain, mungkin egois, tapi
sebenaranya aku hanyalah wanita yang juga ingin menjadi satu satunya di
hatinya, ingin menjadi satu satunya orang yang ia cintai aku salah! Aku hanya berfikir seolah olah aku tidak hidup
dengan banyak orang, aku salah karena berfikir terlalu polos, mempercayai semua
apa yang dia ucapkan tanpa berfikir bahwa dia bukanlah malaikat yang diciptakan
tanpa hawa nafsu.
Mungkin benar, aku
gagal, aku kalah dan aku keliru mencintainya. Benar aku begitu berharap bisa
bersamanya dalam 7 kehidupan selanjutnya, tapi mungkin aku gagal, karena aku
tidak bisa berada di antara keduanya, dan aku keliru pernah berfikir bahwa dia
benar mencintaiku sampai akhirnya aku kalah karena keadaan cinta dan waktu
tidak pernah berpihak padaku, aku kalah, tidak cukup bisa memenangkan hatinya,
Ketika semuanya usai, aku
tak berfikir tentang bagaimana aku kedepannya, yang aku tau skrang aku tak lagi
bisa mempercayai apapun dalam hidupku, aku tidak ingin terlalu percaya bahwa
aku bisa mencintai dan jatuh cinta,rasanya sekarang semuanya berubah, rasanya
sekarang aku tidak bisa terlalu percaya tentang cinta.
Yang aku tau sekarang
aku seperti orang yang selalu merindu tapi tidak pasti apa yang harus
kurindukan, Rasanya sekarang aku seperti mencintai tapi tidak tau apa yang
harus kucintai, rasanya seperti menunggu tapi entah apa dan siapa yang aku
tunggu, rasanya seperti mimpi, ia
datang, dan pergi, dan ketika terbangun aku hanya sendiri ,masih sendiri, dan
mungkin akan selalu sendiri
Mungkin skarang dia
bahagia, berada di tempat dimana ia sebenanya ingin pulang namun tertahan
perasaanku yang terlalu ingin memilikinya, mungkin sekarang ia tersenyum lepas,
senyuman mungkin yang tak pernah ia tunjukan padaku, mungkin sekarang ia sedang
bersama orang yang benar benar ia cintai, namun selalu mencari alasan untuk
mengatakan bahwa ia tidak mencintainya, akan tetapi dia terlalu bodoh, dia
tidak tau bagaimana menyembunyikan perasaanya dengan benar, dia selalu
mengatakan tidak, meskipun hatinya mungkin menolak, entahlah, mungkina karena
ia takut menyakitiku atau karena hanya ingin menunjukan kalau dia terlalu
pintar bersandiwara,
Jangan menunggu, Jangan
berharap, Jangan menoleh. Berjalanlah, yakinkan hatimu bahwa ia takan kembali, yakinkan
hatimu bahwa sekarang kita bukanlah apa apa, buanglah harapan itu, biarkan
terkubur bersama waktu, nanti pada waktunya juga akan ada yang benar benar
mengerti bagaimana kamu berjuang, akan ada yang berdiri disampingmu untuk
selalu menggenggam tanganmu tanpa berfikir untuk melepaskannya, nanti akan ada
saatnya dimana tuhan memberikan seseorang yang ketika bersama kamu akan selalu
merasa jatuh cinta berkali kali, sampai km merasa bingung kenapa harus
mencintainya
Akhirnya, aku sampai
dititik dimana aku harus benar benar merelakanmu, membiarkan semua yang terjadi
menjadi kenangan, Entah apa aku punya kemampuan dan kekuatan lebih untuk
menghadapimu esok dan lusa, yang aku tau bahwa sekarang aku hanya ingin menjauh
dari ketidakmungkina ini, mejauh dari kenyataa terburuk ini, aku berharap bahwa
ini hanyalah mimpi yang sedang mengganggu tidurku, aku berharap bahwa tuhan
sedang mencoba menggodaku.
NB : Cerita ini Bukan berdasarkan pengalaman pribadi
Terimakasih telah mampir Membaca tulisan yang tidak berfaedah ini.
(sulaeni)
Yogyakarta 22 Juni 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar