Pagi yang telah pergi
oleh:
sulaeni
Kata orang bukan coklat yang membahagiakan tapi pertemuan
well ,,,
Tulisan ini dibuat ditengah ruwehnya skripsi dan ujian-ujian hidup lainnya hehe
meski otak sekarang kek udah penuh dengan pikiran2 aneh bin ajaib, tapi aku tetap dong sama jiwa alay ini pengen cerita sesuatu yang menurut aku harus aku ceritain dan harus aq abadikan di blog ini, supaya nanti anak cucu lihat wkwk
well,,
Saat nulis tulisan alay ini aku berusaha dengan posisi senyaman mungkin, dan kebetulan dari jendela terlihat remangan senja yang sedikit melambai dan menawarkan diri untuk menemani celotehku, meski di balik pintu tepatnya di ruang tv aku harus tutup telinga dengan suara running man dan walking dead yang sangat menganggu kegalauan aku ini . hmm okey kita lupakan saja dan now back to layar hape.
pertama-tama aku harus ngasih tau dulu, kalo aku suka senja. wkwkwk
okey,
Beberapa waktu yang lalu, ada yang hadir terang2an , aku gk tau kenapa ketika itu aku begitu mudah untu menaruh hati lagi lagi dan lagi. yah! aku gagal untuk tidak jatuh cinta lagi. tapi ternyata itu tak lama, bisa di hitung dengan jari2 begitu singkat dan begitu dalam
aku mencoba menyadari bahwa ia sama kejammnya dengan tanda titik, mengaihiri sebuah cerita begitu saja meski aku belum ingin itu berakhir dan berharap tak pernah berakhir, tapi sekarang aku haru kembali belajar seperti dulu2, belajar menyadarkan rasa, bahwa allah memang belum meridhai, tapi tetap saja aku berusaha merayu tuhan, agar dia bisa luluh dan merubah semuanya. sekuat tenaga aku merayu tapi tetap rencana dia memang tak bisa aku kalahkan. dan kala senja datang aku masih belum bisa menepis bayang dia yang hadir begitu cepat dan hilang begitu cepat juga, ingin mengelak tapi air mata terlanjur runtuh berjatuhan.
Sedari awal aku tak ingin menanggapi kebaikannya, tapi semakin lama aku terlanjur luluh atas perhatian yang terlihat tulus, kami saling bertukar kabar tiap harinya, dia selalu menyapa tiap pagi, dia tagih senyum2 ku yang katanya mampu menjadi energi, aku berusaha biasa tapi? aku juga tak mampu menutupi rasa ku. dan ya aku bahkan telah memberikan hati ku . Dan sampai akhirnya aku pada tiitik dimana berusaha menjedakan perhatianku, menyiksa diri untuk tidak menguhubunginya duluan, berharap akan dia cari, dan ternyata, boro-boro mendapatkan kabar, di tinggalnya adalah yang aku dapat,
aku masih ingat, bagaimana ia begitu mencemburui masa lalu ku, dan ternyata? masa lalu dialah yang belum selesai. aku diam2 mencari tau bagaimana dia dan bagaimana masa lalunya yg mungkin blm iya ceritakan kepadaku, dan! apa yang aku dapatkan? ya ia masih begitu rapat dan rapi menyimpan masa lalunya sehingga memilih kembali melanjutkan yang terjeda bersamanya, yah aku bisa menyimpulkan, aku hanya pengisi kekosongan ketika ia terjeda dengan masa yang pernah dia sebut masa lalu itu, tak ku sangka yang aku anggap hebat adalah yang paling tega menyakiti :) ia menjanjikan bahagia tapi yang dia hadiahi ternyata luka juga, menjanjikan kedatangan tapi raganya tak kunjung datang, menjanjikan tak ada air mata tapi berita buruk yang ia suguhi, sehingga air mata juga kerap kali jatuh. Aku menunggu nya tiada henti tapi ternyata disana di kejauhan dia berbagi hati dan mungkin seluruh hatinya untuk dia,tapi tak apa. setidaknya aku kalah dengan baik-baik
Aku sangat ingin mencintai dia lebih dari cintaku di masa lalu, menahan diri dari persaan orang lain yang ingin mendatangi, aku berusaha mencintai dia dengan sebaik2nya egois, kita sama2 sejalan perihal tidak ada yang tersakiti dan menyakiti, dan pada akhirnya kalimat itu tidak ada pengaruhnya, aku tersakiti, dan ini menyakitkan!
Benar, aku seharusnya mencintainya dalam batas wajar sehinggat tak begitu dalam seperti ini aku menaruh harap.
teruntuk kamu yang sekedar singgah berbahagialah dengan yang berbeda itu :) happy wedding, dan bahagia selalu :)
Dan disini biarkan saja anak kemarin sore tersenyum, tegar sabar sesuai umur heheh.
terimakasih telah membaca tulisan yang tidak berfaedah ini
sulaeni
13 februari 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar