Minggu, 30 September 2018

singkat tapi bikin pintar


                    Singkat tapi bikin pintar

                             Oleh : Sulaeni

Tak ada yang lebih kuat dari firasat sendiri.

Tulisan ini di buat ketika bingung pulang Magang mau kemana? hehe

Bicara soal perasaan tidak ada seorangpun yang bisa menerka hal apa yang akan terjadi esok. sesuatu yang hari ini indah bisa jadi besok berubah menjadi buruk dan begitu juga sebaliknya. Pun bisa sesuatu yang kita anggap biasa hari  ini adalah sesuatu yang akan sangat kita sanjung di hari esok, begitu juga dalam hal cinta mencinta dan sayang menyayangi, ketika sudah bicara soal perasaan kita tidak bisa memisahkannya dengan dua hal yaitu rasa bahagia dan kecewa. Setiap orang pasti pernah berada di masa itu merasakan mencintai seseorang dengan begitu tulus dan pernah kecewa kepada seseorang dengan sangat dalam.  jatuh cinta dan kecewa tidak hanya di khususkan untuk seorang pria dan wanita dalam menjalin suatu hubungan bisa juga pada sahabat, kerabat ataupun orang -orang terdekat lainnya.

Tapi  yang sering sekali terjadi adalah persoalan cinta mencinta dan benci membenci antara pria dan wanita dalam menjalin suatu hubungan. 
Jika kamu berani jatuh cinta maka kamu juga harus menyisakan satu ruang untuk kecewa, ya kurang lebih seperti itu. Sebagai manusia biasa apalagi perempuan yang rentang dengan rasa baper, tidak butuh waktu lama untuk bisa mempercayai setiap kalimat manis yang keluar dari mulut lawan jenisnya. ya mungkin awalnya biasa sedikit cuek atau bahkan acuh tak acuh ibarat  batu kalau terkena air terus menerus lama-lama akan berlubang, sama halnya dengan hati, apalagi kalau air yang di kenai itu adalah perhatian dan kalimat2 manis yang kalau sudah kena hati susah untuk di hindari.
sebagai perempuan, gombalan dan rayuan adalah cemilan mereka di awal perkenalan meski sudah biasa dan tau rumusnya tetap saja sulit untuk menghindarinya.
Sedikit cerita, di bulan Agustus lalu cerita manis kecut dan asin dengan durasi pendek berakhir tanpa kejelasan rasanya kayak nonton drama lawyer lawless , digantung, mengambang dan tak jelas dan tiba2 saja muncul drama lain dengan tokoh yang sama cuman beda judul wkwk
yaa namanya juga  firasat calon ibu ya pasti benar dan tepat wkwk , ketika itu sebelum sebuah tradisi wajib itu tiba, tentu sudah ada perasaan kurang enak, yang rasanya seperti sedang ngemil buah kesemak yang belum matang, mau ditelan susah dan mau di muntahin juga susah, sepet banget.
Well,mari  kita tinggalkan buah kesemak yang jahat itu.
Berusaha  mematahkan firasat sendiri adalah cara satu-satunya yang di lakukan saat itu agar kemungkinan-kemungkinan buruk yang lalu lalang dalam pikiran bisa hilang dan tak terjadi. Tapi tetap saja tidak bisa di hindari, pikiran buruk itu selalu saja muncul sampai akhirnya terjadilah apa yang tidak di harapkan itu. Memang menyebalkan, menyesal rasanya karena pernah berandai-andai buruk . 
Sekiat apapun kita mengikat kalau sudah liar tetap saja terlepas, bicara soal kalimat ini jadi teringat sapi-sapi ku di kampung halaman eeeh (apasih).
Di sayang sudah,perhatian juga sudah lalu apa yang kurang? ternyata tak ada yang kurang hanya saja yang dia inginkan bukan kita. kurang lebih seperti itu.
Sebelum semuanya benar-benar berakhir diri selalu saja bertanya dengan batin sendiri kesalahan seperti apa yang telah di perbuat diri hingga ia harus bungkan tanpa kata?  akhirnya dengan niat ingin memperbaiki, memulai kata maaf adalah salah satu pilihan saat itu agar semua kembali seperti sedia kala, namun tetap saja ia memilih bungkam. Sampai akhirnya diri menyerah dan diam diam ikut  berlalu pergi tapi juga berharap untuk dicari.
Meskipun begitu walaupun diri juga ikut berlalu masih saja ada rasa menyalahkan diri sendiri dengan apa yang terjadi merasa diri sendirlah penyebab dari segalanya. Tetapi, setelah semua terlihat jelas dan pasti rasanya ingin berlutut dan meminta maaf kepada diri sendiri karena telah sepenuhnya menghukum diri dan menghakimi bahwa diri sendiri adalah penyebab dari segala yang terjadi. ternyata semua telah direncanakan dia berhenti karena memang sengaja ingin berpetualang ke arah lain tanpa harus pamit dari masa dimana ia pernah berjanji tinggal. 
Menyesal? tentu perlu karena dari situ kita bisa belajar banyak hal, karena beberapa orang mengaggap bahwa sebuah penyesalan seharusnya tidak dirasakan atau tidak perlu ada yang namanya menyesal, ada juga yang bilang bahwa menyesal itu mutlak ada. Sejatinya kita hidup untuk belajar, dari lahir sampai menjelang ajal kita pun belajar. Tuhan telah menciptakan banyak rasa untuk dirasakan oleh hati manusia, senang, sakit cinta, sesal dll. 
banyak orang yang mengatakan juga bahwa penyesalan selalu datang terlambat. memang benar adanya, takdir telah meletakkan penyesalan di akhir sebuah episode, tanpa menyesal kita tidak akan bisa belajar dari kesalahan yang sama. 
Tapi, penyesalan juga tak bisa berlarut-larut karena dapat menghancurkan hati dan mental secara perlahan. 
terimakasih untuk pelajaran berharga yang sempat dipelajari. pelajaran yang belum pernah dipelajari sebelumnya. meski berakhir pahit masih ada awal  bahagia yang masih layak untuk dikenang. 
NB: terimakasih telah membaca tulisan yang tidak berdaedah ini
Sulaeni, 30 september 2018














Senin, 25 Juni 2018

Just think

Tidak semua yang suka membaca itu suka menulis, dan tidak semua yang suka  menulis itu suka baca.
Jika anda tidak setuju saya tidak perduli 😁





Minggu, 24 Juni 2018

Ngaco

Pahami masa lalu seseorang karena tiap orang punya masa lalu begitupun kamu sendiri.

_sulaeni_

Jumat, 22 Juni 2018

Hanya makhluk Alay yang ingin sembuh


             Rentang cerita
                 Oleh : Sulaeni

Akhirnya aku sampai pada batasku, akhirnya aku sampai pada titik yang tak bisa kulewati, aku tau akhirnya akan seperti ini, aku tidak pernah menyalahkan siapapun atas apapun yang menimpaku, aku tidak pernah mencari siapa yang harus ku salahakan untuk setiap sayatan luka yang tergores.
Aku menyadari semuanya, aku menyadari akhirnya sebelum cerita ini kumulai, aku menyadari semua resikonya ketika aku pertama kali menyukainya, saat ini mungkin tidak salah jika aku menangis juga mungkin bukan salahnya karena buatku menangis, mungkin salahku karena terlalu menaruh harap padanya, meskipun sebenarnya aku tau dia tidak mengatakan apa apa, tapi apa yang terjadi antara aku dan dia membuat aku berharap lebih, itu salahku.
Akhirnya tiba,
Akhirnya sudah di depan mataku aku rasa aku terjebak dalam beberapa hal yang tak mampu kuhindari, rasanya ini tidak adil untukku, bagaimana mungkin mencintainya seperti ini, bagaimana mungkin aku berharap lebih padanya yang sepenuhnya tak bisa kumiliki meskipun tubuh kasarnya, mungkin rasanya hampir sama seperti diiris.
Mungkin juga bisa lebih dari itu aku sudah terlalu berani bermimpi, aku sudah terlalu berani terbang dengan sayap yang tak lagi utuh, ku hanya berfikir bahwa mungkin ia akan menguatkan sayapku, tapi aku salah, kini aku terhempas jauh, jauh sekali, sayapku tak lagi kuat, mimpiku tak lagi indah, ini suram bahkan mungkin begitu menyeramkan, aku kembali ke masa dimana aku pernah ingin terbebas dan merdeka,  aku kembali pada titik sulit yang pernah aku lalui dalam hidupku, aku kembali kepada masa dimana aku pernah ingin lari darinya,
Sadar bahwa dekat bukan berati tak selalu bersama,bersama namun tak harus saling bersentuhan, bersentuhan namun tak harus selalu menyatu. Aku melupakan beberapa kenyataan bahwa ia hanyalah seseorang yang hanya mampu kurindukan dalam diamku, bahwa dia hanya orang yang hanya mampu kucintai dalam ketidaktauanku, aku melupakan kenyataan bahwa dia bisa saja pergi dan meninggalkanku, aku terlalu percaya diri mengatakan bahwa ia tidak akan bisa pergi jauh dariku.
Hari itu  waktu menunjukan semuanya, pertanyaan yang selalu ingin kujawab namun tak pernah bisa, Harapan yang selalu ingin kuwujudkan namun tak pernah kesampaian, hari ini aku memahami segalanya bahwa dia telah kembali ketempat dimana  dia pernah ingin mencoba terlepas, hari ini aku menyadari bahwa ia pergi ketempat dimana ia seharusnya tinggal, akupun pernah berfikir ingin menjadi tempat dimana ia akan tinggal, pernah berfikir ingin menjadi tempat dimana ia tak harus pergi dan mencari tempat persinggahan yang lain, mungkin egois, tapi sebenaranya aku hanyalah wanita yang juga ingin menjadi satu satunya di hatinya, ingin menjadi satu satunya orang yang ia cintai aku salah!  Aku hanya berfikir seolah olah aku tidak hidup dengan banyak orang, aku salah karena berfikir terlalu polos, mempercayai semua apa yang dia ucapkan tanpa berfikir bahwa dia bukanlah malaikat yang diciptakan tanpa hawa nafsu.
Mungkin benar, aku gagal, aku kalah dan aku keliru mencintainya. Benar aku begitu berharap bisa bersamanya dalam 7 kehidupan selanjutnya, tapi mungkin aku gagal, karena aku tidak bisa berada di antara keduanya, dan aku keliru pernah berfikir bahwa dia benar mencintaiku sampai akhirnya aku kalah karena keadaan cinta dan waktu tidak pernah berpihak padaku, aku kalah, tidak cukup bisa memenangkan hatinya,
Ketika semuanya usai, aku tak berfikir tentang bagaimana aku kedepannya, yang aku tau skrang aku tak lagi bisa mempercayai apapun dalam hidupku, aku tidak ingin terlalu percaya bahwa aku bisa mencintai dan jatuh cinta,rasanya sekarang semuanya berubah, rasanya sekarang aku tidak bisa terlalu percaya tentang cinta.
Yang aku tau sekarang aku seperti orang yang selalu merindu tapi tidak pasti apa yang harus kurindukan, Rasanya sekarang aku seperti mencintai tapi tidak tau apa yang harus kucintai, rasanya seperti menunggu tapi entah apa dan siapa yang aku tunggu, rasanya seperti mimpi,  ia datang, dan pergi, dan ketika terbangun aku hanya sendiri ,masih sendiri, dan mungkin akan selalu sendiri
Mungkin skarang dia bahagia, berada di tempat dimana ia sebenanya ingin pulang namun tertahan perasaanku yang terlalu ingin memilikinya, mungkin sekarang ia tersenyum lepas, senyuman mungkin yang tak pernah ia tunjukan padaku, mungkin sekarang ia sedang bersama orang yang benar benar ia cintai, namun selalu mencari alasan untuk mengatakan bahwa ia tidak mencintainya, akan tetapi dia terlalu bodoh, dia tidak tau bagaimana menyembunyikan perasaanya dengan benar, dia selalu mengatakan tidak, meskipun hatinya mungkin menolak, entahlah, mungkina karena ia takut menyakitiku atau karena hanya ingin menunjukan kalau dia terlalu pintar bersandiwara,
Jangan menunggu, Jangan berharap, Jangan menoleh. Berjalanlah, yakinkan hatimu bahwa ia takan kembali, yakinkan hatimu bahwa sekarang kita bukanlah apa apa, buanglah harapan itu, biarkan terkubur bersama waktu, nanti pada waktunya juga akan ada yang benar benar mengerti bagaimana kamu berjuang, akan ada yang berdiri disampingmu untuk selalu menggenggam tanganmu tanpa berfikir untuk melepaskannya, nanti akan ada saatnya dimana tuhan memberikan seseorang yang ketika bersama kamu akan selalu merasa jatuh cinta berkali kali, sampai km merasa bingung kenapa harus mencintainya
Akhirnya, aku sampai dititik dimana aku harus benar benar merelakanmu, membiarkan semua yang terjadi menjadi kenangan, Entah apa aku punya kemampuan dan kekuatan lebih untuk menghadapimu esok dan lusa, yang aku tau bahwa sekarang aku hanya ingin menjauh dari ketidakmungkina ini, mejauh dari kenyataa terburuk ini, aku berharap bahwa ini hanyalah mimpi yang sedang mengganggu tidurku, aku berharap bahwa tuhan sedang mencoba menggodaku.


NB : Cerita ini Bukan  berdasarkan pengalaman pribadi 

Terimakasih telah mampir Membaca tulisan yang tidak berfaedah ini.
(sulaeni)

                                                                                       

                                                                                                   Yogyakarta 22 Juni 2018




Kamis, 21 Juni 2018

Wejangan sebelum kantuk

Siapapun yang ada di dekat kamu mereka adalah cerminan dari diri kamu

 Selamat rehat

Rabu, 20 Juni 2018

Asal nulis asal coret

                se-special Martabak
                     Oleh : Sulaeni
Rezeki Allah yang ngatur, begitu juga dengan pertemuan kita eeeakk 
Kebetulan mood lagi enak maka dibuatlah tulisan ini, ini bukan tulisan pertama ketika saya harus bertatap muka dengan layar laptop, karena ini adalah tulisan kesekian yang saya buat, ada tulisan lain seperti makalah, laporan dan tugas-tugas kuliah lainnya cuman bedanya tulisan ini murni dibuat berdasarkan perasaan bukan berdasarkan bajakan yang pernah saya lakukan sebelumnya hehe. Btw saya tidak akan bercerita dengan panggilan gue, sebab lidah orang bima ketika menyebut kata gue, akan terdengar aneh di telinga siapun yang mendengarkan (gak penting). Yogyakarta, adalah Kota besar menurutku, dulu jogja masih menjadi kota asing meskipun saya sudah keliling dari ujung-ke ujung, kalau bosan ya ke malioboro hampir tiap waktu, atau nongkrong di alun-alun sembari menyatap jajanan jaman SD plus bernostalgia dengan masa kecil yang Alhamdulillah kelebihan bahagia. Banyak sekali alat transportasi yang akan kita jumpai ketika di jogja salah satunya adalah transjogja meskipun belum pernah naik transjogja saya sudah bisa menebak dari aroma busnya yang pasti membuat saya puyeng. Ini hanya sugesti pribadi, maklum teman perjalann yanng setia bagi saya adalah antimo MABUKAN guys. Selain belum pernah mencoba naik transjogja, alat transportasi lain yang belum pernah saya naiki di jogja sampai saya menulis tulisan ini adalah dokar atau benhurnya yang biasa kita lihat berjajaran di sekitaran malioboro, ngapain? Di Bima udah jadi kendaraan sehari-hari kok hehe. Ramadhan di kota besar adalah satu hal baru yang asing. Seketika kota yang sangat ramai menjadi B aja. Mahasiswa luar jogja sudah pada mudik, tapi bagi saya yang tinggal, jogja yang sepi adalah jogja yang lebih nyaman, nggak macet dan nggak berisik, juga syurga bagi salah seorang makhluk 'pecinta belanja'. Wel, Mall mana yang nggak diskon saat bulan ramadhan? Supermarket mana yang gak ada tulisan diskonnya?. Kenapa lari kesini ya? Well, Kembali ke laptop. Merantau dengan tujuan kuliah saja sepertinya mustahil, karena saya sendiri tidak seperti itu, selain tujuan kuliah , tujuan merantau adalah untuk memperoleh pengalaman baru di tempat baru dan dengan teman-teman baru. Nah sebenarnya tulisan ini dibuat untuk ngebahas terkait masalah teman yang di atas cuman pengantar saja hehe. Baik mari kita mulai. Kuliah di UII tepatnya hidup di fakultas FIAI mempertemukan saya dengan berbagai macam jenis teman yang berasal dari latar belakang yang berbeda-beda ada yang dari daerah dengan makanan khas rendang, ada yang gudegan, ada juga dodol durennya Dan ada juga bolu kambojonya. Dan masih banyak lagi yang lainnya. Di kelilingi dengan ragam makanan khas seperti ini membuat saya merasa hidup di antara jajahan kuliner, tapi hanya bisa saya nikmati saat har- hari libur besar saja sebab saya hanya akan dibawakan ketika mereka mudik, tapi tidak termasuk gudeg, karena gudeg mudah sekali ditemukan di Jogja ini. Teman menurut saya sebagai perantau adalah keluarga kedua selain keluarga di kampung halaman, sebab jika tidak ada mereka siapa lagi yang akan rayain kalo lagi ulang tahun? Hehe. Setiap orang pasti punya teman akrab, termasuk saya. Teman yang bisa dibilang paling dekat dengan kita, tahu dan paham bagaimana kita serta memaklumi apa saja yang menjadi kekurangan dan kelebihan yang ada pada diri kita. Di sini saya ingin berbagi cerita tentang beberapa orang yang telah menjadi bagian hidup saya di tanah rantauan jogja ini. Pertama Waylia, lengkapnya Waylia rizki hardiwan lahir di padang 04 januari 1997, kenapa waylia rizki hardiwan? Yang saya tau dari cerita dia hardiwan itu gabungan antara Nama orang tuanya, Ayah namanya Ridwan dan ibunya bernama Suharni Kami lahir dibulan yang sama hanya saja dia telat 3 hari keduluan saya. Pertemanan kami dimulai ketika pesantrenisasi ya kira-kira lima semester yang lalu, tidak ada yang perlu di herankan ketika awal bertemu waylia saya sudah bisa mereka-reka kalau dia memang sudah manis tak hanya di awal jumpa, dan tentunya sudah cantik dari sebelum pesantrenisasi itu hehe. Saya memang sedikit sulit mencari kelemahan dia untuk di umbar-umbar disini karena hampir tidak ditemukan kelemahan dari dirinya , kata orang cinta itu buta yang jelek jadi indah yang banyak kurangnya akan terlihat sempurna. Apa saya sedang jatuh cinta kepada way?. husssh yang bikin greget dari waylia adalah ketika makan berdua dengannya, kami bisa mengahabiskan waktu berjam-jam lamanya hanya untuk sekedar makan. Satu suapan waylia adalah empat kali dari suapan makanan yang masuk dalam mulut saya. Yang pada akhirnya saya menyimpulkan ternyata dia tak hanya callem ketika berbicara dan bersikap dia juga callem dalam hal mengunyah makanan. Waylia jika di gambarkan semacam paket makanan komplit yang isinya ada nasi lele sambal ijo sama air es, komplit banget. Selain cantik dia juga pintar dalam hal akademis, kecuali bahasa arab, ia senang mencoba hal-hal baru apalagi masalah tempat belanja murah dengan barang yang oke tanya saja waylia dia pasti tau. Kami berdua sama-sama terobsesi untuk bisa sekedar menginjakan kaki ke luar negri, tapi sayang kesamaan itu hanya berpihak pada obsesi, pada kenyataannya waylia lebih maju selangkah dari saya, tapi tidak apa-apa doakan saja kelak saya berjodoh dengan pemilik perusahaan travel supaya tak repot-repot membual. Kedua ada Nanik Setyowati tapi saya biasa memanggil nanik-rvani karena hampir setiap akun sosmed namanya seperti itu saya hampir tidak percaya awalnya kalau nama aslinya adalah Nanik setyowati akhirnya karena kepo yang berlebihan saya nekat untuk buka dompetnya hanya untuk sekedar melihat KTPnya. Dan benar namanya memang Nanik setyowati, lalu kenapa nanik r-vani di setiap media sosial? Ternyata bukan hanya orang tua waylia saja yang senang menggabungkan antara dua nama ternyata hal yang sama juga dilakukan oleh nanik, katanya r-vani itu singkatan dari nanik dan irvan dan irvan ini adalah pacar nya dan insya Allah akan menjadi calon ayah dari anak-anaknya kelak, insya Allah tahun ini lamaran. amieen Nanik adalah satu teman yang unik menurutku, bagaimana tidak, si pemilik obsesi diet yang berlebihan ini selalu bisa ada ketika dibutuhkan, dia juga jauh dari kata baperan jadi enak banget untuk di bully. Saya sedikit amnesia bagaimana ceritanya sehingga kami bisa sedekat sekarang tapi yang saya ingat dia pernah menawarkan saya makanan ketika saya tidak kebagian makanan pada saat acara makrab beberapa tahun yang lalu. dia sosok yang baik dan penyayang dan tentunya setia dalam hal berkawan. Tak hanya setia dalam soal berteman kesetiaannya dengan sang r-vani juga tak perlu di ragukan. Buktinya bude pemilik kosannya saja sampai geleng-geleng dengan kondisi depan kamarnya yang masya allah dimana-mana. Kebersihan itu tidak penting yang terpenting adalah bagaimana jaringan wifi tetap kencang agar video call lancar dan LDR bisa jadi deket. eeyyak Saya dan nanik juga memiliki kesamaan sama-sama bisa mengabiskan uang jajan bulanan dalam sehari hanya untuk berbelanja. Dan kesamaan itu juga akhrinya merambat pada makanan karena uang jajan sudah tipis-tipis saja di awal bulan akhirnya kami juga jadi sama-sama suka angkringan depan kampus, nasi tongkol dan nasi jamur adalah makanan favorit kami ketika kantong tipis-tipis. Saya juga sering sekali memanggil nanik dengan sebutan master of mobile legend, bagaimana tidak selain sang pejuang LDR di kamar tercinta ia juga pejuang mythic dan Alhamdulillah sekarang turun menjadi elite. Hal yang paling aku cemburui sebagai sahabat dari seorang nanik adalah kesukaannya terhadap mobile legend, pernah sekali saya hendak menghapus game jahat itu dari gudgetnya tapi hal itu gagal dengan mudahnya karena saya sendiri tidak paham dengan game itu yang ternyata meskipun sudah tidak ada di gudget sendiri masih bisa masuk lewat gudget orang lain. Akhirnya yang saya dapatkan hanya bully-an balik dari dia. Masih bayak hal lain yang tidak cukup hanya bisa ditulis disini yang terpenting nanik bagian dari ceritaku di jogja ini. Ketiga ada isni nur khayati. Selain nanik, isni juga pecinta mobile legend tapi dia tidak sefanatik nanik dia masih bisa mengontrol diri, tapi juga kadang suka khilaf kalau sudah sama-sama ketemu dengan nanik yang akhirnya adu-aduan masalah mobile legend. di antara kami semua isni adalah yang paling melankolis dan tukang galau tingkat dewa dewi bagaimana tidak semenjak putus dengan si pecinta pantai dan pecinta gunung isni sampai sekarang masih betah dengan kesendiriannnya menikmati banyaknya gebetan yang lalu lalang, seringkali di gebet tapi tak kunjung di tembak itulah kelebihan sahabatku yang satu ini. Saking banyaknya yang ngegebet kadang saya suka pusing sendiri ketika menjadi teman curhatnya. ketika dia tengah curhat tentang si pecinta air dan saya malah mengira ia tengah curhat tentang si pecinta bulan, dan kemudian berakhir gelak tawa. Jika kalian menjadi salah satu temannya isni kalian pasti akan mengalami hal yang sama dengan saya cobalah sesekali kalian iseng untuk buka gudget dia dan lihatlah tumpukan chat dari si doi diberbagai kecintaanya akan kalian temukan di setiap akun chat yang ada dalam gudgetnya. Tidak bermaksud menjelek-jelekan isni karena punya banyak gebetan sehingga bisa di anggap tak setia dalam menjalin hubungan hanya saja ia belum menemukan sosok yang tepat untuk bisa menjadi yang terbaik dan yang layak untuk di bawah ke rumah tercinta. Karena akan ada pistol lengkap dengan pelurunya yang akan ayah sodotkan di rumahnya bagi do'i yang main-main. Meninggalkan kisah melankolisnya, sebagai seorang sahabat isni adalah yang paling bisa memahami sahabatnya yang lain dia mungkin yang paling banyak memiliki teman-teman cowok dibanding kami, dia mudah akrab dengan orang lain dan yang pastinya paling enak di ajak kemana-mana kecuali di ajak berenang. Yang saya tahu isni sangat menyukai gunung dan laut entah alasan apa saya juga enggan bertanya. Dan akhir-akhir ini dia juga menyukai senja entah karena apa, dia memang suka berpindah-pindah soal selera tapi dia tidak pernah pindah soal status. Iya Jomblo. Bisa mengenal isni merupakan sesuatu yang patut saya syukuri tidak mudah menemukan seseorang yang paham dengan sifat dan kebiasaan kita karena kebanyakan orang hanya bisa berkata iya dan tidak tanpa ada alasan kenapa demikian. Terimakasih isni telah menjadi sahabat dan penikmat candu di setiap kent*t manisku. Keempat ada tsalasinta , saya biasa manggil salas, tapi ibunya biasa manggil sinta dia memiliki kesamaan dengan isni sama-sama orang jogja, Alhamdulillah banget karena bisa memiliki sahabat orang jogja asli jadi kalau gak mudik gini ada yang nampung. Kesamaan saya dengan salas adalah kami sama-sama suka makan bedanya saya makan banyak tidak gendut-gendut dan salas makan banyak badan pun melar. Tapi yang membuat saya salut dia tak pernah mempermaslahkan masalah berat badan seperti isni yang harus jaga banget biar tidak buncit atau seperti nanik yang pengen banget diet tapi mulut tetap ngunyah. Masalah asmara salas mungkin salah tiga di antara nanik dan waylia yang Alhamdulillah tidak seperti isni. Salas lebih santai dalam mengahadapi masalahnya dan lebih senang menikmati hidup dengan cara dia sendiri yang tentunya masih di zona wajar. Beberapa hal yang bisa saya ambil dari salas yaitu ketekunan dan kedewasaan. Menurut saya salas adalah pribadi yang luar biasa mandiri dan penyayang yang mungkin tidak banyak orang tau. Salas sudah kami anggap ibu sendiri karena ia paling besar di antara kami. Hehe Kelima ada sri haryati biasa di sapa yatik, entah bagaimana mulanya saya bisa bersahabat dengan dia. gadis manis dari riau campur boyolali ini juga tak kalah unik dari yang lain, mungkin ketika kalian datang dan meminta saran dari yatik akan kalian dapatkan saran tegas beserta alasan termantap yang mungkin tidak akan kalian dengar dari tempat lain. Yatik adalah sosok yang tegas di antara kami semua, dia adalah salah satu orang yang apabila berkata selalu apa adanya jika ia tidak menyukai sesuatu sepahit apapun akan ia katakan. Perihal asmara dia adalah salah empat dari sahabat-sahabat saya yang lain adem ayem dan damai-damai saja dan Alhamdulillah juga tidak seperti isni yang masih harus berurusan dengan para gebetan. Yatik adalah pendengar yang baik jika kita hendak bercerita akan sesuatu. Itulah sedikit basa basi saya tentang beberapa orang yang telah menjadi bagian dari cerita di jogja yang manis ini, masih banyak orang-orang hebat lainnya yang juga menjadi bagian dari cerita manis di jogja, masih ada cerita tentang tukang sate keliling langgananku, masih ada cerita tentang bapak kos yang baik dan masih ada cerita tentang kamu yang aku sebut kamu. Eeeaaaaak.
 NB : teruntuk kalian terimakasih telah menjadi bagian dari kenangan di jogja, terimakasih telah menjadi obat paling mujarap dari setiap kesakitan dan terimakasih telah menjadi pendengar setia ketika berkeluh kesah semoga pertemuan kita diberkahi dan semoga kalian lekas menikah.

 Terimakasih telah membaca tulisan yang tidak berfaedah ini. (sulaeni) Yogyakarta 20 juni 2018