Rabu, 20 Juni 2018

Asal nulis asal coret

                se-special Martabak
                     Oleh : Sulaeni
Rezeki Allah yang ngatur, begitu juga dengan pertemuan kita eeeakk 
Kebetulan mood lagi enak maka dibuatlah tulisan ini, ini bukan tulisan pertama ketika saya harus bertatap muka dengan layar laptop, karena ini adalah tulisan kesekian yang saya buat, ada tulisan lain seperti makalah, laporan dan tugas-tugas kuliah lainnya cuman bedanya tulisan ini murni dibuat berdasarkan perasaan bukan berdasarkan bajakan yang pernah saya lakukan sebelumnya hehe. Btw saya tidak akan bercerita dengan panggilan gue, sebab lidah orang bima ketika menyebut kata gue, akan terdengar aneh di telinga siapun yang mendengarkan (gak penting). Yogyakarta, adalah Kota besar menurutku, dulu jogja masih menjadi kota asing meskipun saya sudah keliling dari ujung-ke ujung, kalau bosan ya ke malioboro hampir tiap waktu, atau nongkrong di alun-alun sembari menyatap jajanan jaman SD plus bernostalgia dengan masa kecil yang Alhamdulillah kelebihan bahagia. Banyak sekali alat transportasi yang akan kita jumpai ketika di jogja salah satunya adalah transjogja meskipun belum pernah naik transjogja saya sudah bisa menebak dari aroma busnya yang pasti membuat saya puyeng. Ini hanya sugesti pribadi, maklum teman perjalann yanng setia bagi saya adalah antimo MABUKAN guys. Selain belum pernah mencoba naik transjogja, alat transportasi lain yang belum pernah saya naiki di jogja sampai saya menulis tulisan ini adalah dokar atau benhurnya yang biasa kita lihat berjajaran di sekitaran malioboro, ngapain? Di Bima udah jadi kendaraan sehari-hari kok hehe. Ramadhan di kota besar adalah satu hal baru yang asing. Seketika kota yang sangat ramai menjadi B aja. Mahasiswa luar jogja sudah pada mudik, tapi bagi saya yang tinggal, jogja yang sepi adalah jogja yang lebih nyaman, nggak macet dan nggak berisik, juga syurga bagi salah seorang makhluk 'pecinta belanja'. Wel, Mall mana yang nggak diskon saat bulan ramadhan? Supermarket mana yang gak ada tulisan diskonnya?. Kenapa lari kesini ya? Well, Kembali ke laptop. Merantau dengan tujuan kuliah saja sepertinya mustahil, karena saya sendiri tidak seperti itu, selain tujuan kuliah , tujuan merantau adalah untuk memperoleh pengalaman baru di tempat baru dan dengan teman-teman baru. Nah sebenarnya tulisan ini dibuat untuk ngebahas terkait masalah teman yang di atas cuman pengantar saja hehe. Baik mari kita mulai. Kuliah di UII tepatnya hidup di fakultas FIAI mempertemukan saya dengan berbagai macam jenis teman yang berasal dari latar belakang yang berbeda-beda ada yang dari daerah dengan makanan khas rendang, ada yang gudegan, ada juga dodol durennya Dan ada juga bolu kambojonya. Dan masih banyak lagi yang lainnya. Di kelilingi dengan ragam makanan khas seperti ini membuat saya merasa hidup di antara jajahan kuliner, tapi hanya bisa saya nikmati saat har- hari libur besar saja sebab saya hanya akan dibawakan ketika mereka mudik, tapi tidak termasuk gudeg, karena gudeg mudah sekali ditemukan di Jogja ini. Teman menurut saya sebagai perantau adalah keluarga kedua selain keluarga di kampung halaman, sebab jika tidak ada mereka siapa lagi yang akan rayain kalo lagi ulang tahun? Hehe. Setiap orang pasti punya teman akrab, termasuk saya. Teman yang bisa dibilang paling dekat dengan kita, tahu dan paham bagaimana kita serta memaklumi apa saja yang menjadi kekurangan dan kelebihan yang ada pada diri kita. Di sini saya ingin berbagi cerita tentang beberapa orang yang telah menjadi bagian hidup saya di tanah rantauan jogja ini. Pertama Waylia, lengkapnya Waylia rizki hardiwan lahir di padang 04 januari 1997, kenapa waylia rizki hardiwan? Yang saya tau dari cerita dia hardiwan itu gabungan antara Nama orang tuanya, Ayah namanya Ridwan dan ibunya bernama Suharni Kami lahir dibulan yang sama hanya saja dia telat 3 hari keduluan saya. Pertemanan kami dimulai ketika pesantrenisasi ya kira-kira lima semester yang lalu, tidak ada yang perlu di herankan ketika awal bertemu waylia saya sudah bisa mereka-reka kalau dia memang sudah manis tak hanya di awal jumpa, dan tentunya sudah cantik dari sebelum pesantrenisasi itu hehe. Saya memang sedikit sulit mencari kelemahan dia untuk di umbar-umbar disini karena hampir tidak ditemukan kelemahan dari dirinya , kata orang cinta itu buta yang jelek jadi indah yang banyak kurangnya akan terlihat sempurna. Apa saya sedang jatuh cinta kepada way?. husssh yang bikin greget dari waylia adalah ketika makan berdua dengannya, kami bisa mengahabiskan waktu berjam-jam lamanya hanya untuk sekedar makan. Satu suapan waylia adalah empat kali dari suapan makanan yang masuk dalam mulut saya. Yang pada akhirnya saya menyimpulkan ternyata dia tak hanya callem ketika berbicara dan bersikap dia juga callem dalam hal mengunyah makanan. Waylia jika di gambarkan semacam paket makanan komplit yang isinya ada nasi lele sambal ijo sama air es, komplit banget. Selain cantik dia juga pintar dalam hal akademis, kecuali bahasa arab, ia senang mencoba hal-hal baru apalagi masalah tempat belanja murah dengan barang yang oke tanya saja waylia dia pasti tau. Kami berdua sama-sama terobsesi untuk bisa sekedar menginjakan kaki ke luar negri, tapi sayang kesamaan itu hanya berpihak pada obsesi, pada kenyataannya waylia lebih maju selangkah dari saya, tapi tidak apa-apa doakan saja kelak saya berjodoh dengan pemilik perusahaan travel supaya tak repot-repot membual. Kedua ada Nanik Setyowati tapi saya biasa memanggil nanik-rvani karena hampir setiap akun sosmed namanya seperti itu saya hampir tidak percaya awalnya kalau nama aslinya adalah Nanik setyowati akhirnya karena kepo yang berlebihan saya nekat untuk buka dompetnya hanya untuk sekedar melihat KTPnya. Dan benar namanya memang Nanik setyowati, lalu kenapa nanik r-vani di setiap media sosial? Ternyata bukan hanya orang tua waylia saja yang senang menggabungkan antara dua nama ternyata hal yang sama juga dilakukan oleh nanik, katanya r-vani itu singkatan dari nanik dan irvan dan irvan ini adalah pacar nya dan insya Allah akan menjadi calon ayah dari anak-anaknya kelak, insya Allah tahun ini lamaran. amieen Nanik adalah satu teman yang unik menurutku, bagaimana tidak, si pemilik obsesi diet yang berlebihan ini selalu bisa ada ketika dibutuhkan, dia juga jauh dari kata baperan jadi enak banget untuk di bully. Saya sedikit amnesia bagaimana ceritanya sehingga kami bisa sedekat sekarang tapi yang saya ingat dia pernah menawarkan saya makanan ketika saya tidak kebagian makanan pada saat acara makrab beberapa tahun yang lalu. dia sosok yang baik dan penyayang dan tentunya setia dalam hal berkawan. Tak hanya setia dalam soal berteman kesetiaannya dengan sang r-vani juga tak perlu di ragukan. Buktinya bude pemilik kosannya saja sampai geleng-geleng dengan kondisi depan kamarnya yang masya allah dimana-mana. Kebersihan itu tidak penting yang terpenting adalah bagaimana jaringan wifi tetap kencang agar video call lancar dan LDR bisa jadi deket. eeyyak Saya dan nanik juga memiliki kesamaan sama-sama bisa mengabiskan uang jajan bulanan dalam sehari hanya untuk berbelanja. Dan kesamaan itu juga akhrinya merambat pada makanan karena uang jajan sudah tipis-tipis saja di awal bulan akhirnya kami juga jadi sama-sama suka angkringan depan kampus, nasi tongkol dan nasi jamur adalah makanan favorit kami ketika kantong tipis-tipis. Saya juga sering sekali memanggil nanik dengan sebutan master of mobile legend, bagaimana tidak selain sang pejuang LDR di kamar tercinta ia juga pejuang mythic dan Alhamdulillah sekarang turun menjadi elite. Hal yang paling aku cemburui sebagai sahabat dari seorang nanik adalah kesukaannya terhadap mobile legend, pernah sekali saya hendak menghapus game jahat itu dari gudgetnya tapi hal itu gagal dengan mudahnya karena saya sendiri tidak paham dengan game itu yang ternyata meskipun sudah tidak ada di gudget sendiri masih bisa masuk lewat gudget orang lain. Akhirnya yang saya dapatkan hanya bully-an balik dari dia. Masih bayak hal lain yang tidak cukup hanya bisa ditulis disini yang terpenting nanik bagian dari ceritaku di jogja ini. Ketiga ada isni nur khayati. Selain nanik, isni juga pecinta mobile legend tapi dia tidak sefanatik nanik dia masih bisa mengontrol diri, tapi juga kadang suka khilaf kalau sudah sama-sama ketemu dengan nanik yang akhirnya adu-aduan masalah mobile legend. di antara kami semua isni adalah yang paling melankolis dan tukang galau tingkat dewa dewi bagaimana tidak semenjak putus dengan si pecinta pantai dan pecinta gunung isni sampai sekarang masih betah dengan kesendiriannnya menikmati banyaknya gebetan yang lalu lalang, seringkali di gebet tapi tak kunjung di tembak itulah kelebihan sahabatku yang satu ini. Saking banyaknya yang ngegebet kadang saya suka pusing sendiri ketika menjadi teman curhatnya. ketika dia tengah curhat tentang si pecinta air dan saya malah mengira ia tengah curhat tentang si pecinta bulan, dan kemudian berakhir gelak tawa. Jika kalian menjadi salah satu temannya isni kalian pasti akan mengalami hal yang sama dengan saya cobalah sesekali kalian iseng untuk buka gudget dia dan lihatlah tumpukan chat dari si doi diberbagai kecintaanya akan kalian temukan di setiap akun chat yang ada dalam gudgetnya. Tidak bermaksud menjelek-jelekan isni karena punya banyak gebetan sehingga bisa di anggap tak setia dalam menjalin hubungan hanya saja ia belum menemukan sosok yang tepat untuk bisa menjadi yang terbaik dan yang layak untuk di bawah ke rumah tercinta. Karena akan ada pistol lengkap dengan pelurunya yang akan ayah sodotkan di rumahnya bagi do'i yang main-main. Meninggalkan kisah melankolisnya, sebagai seorang sahabat isni adalah yang paling bisa memahami sahabatnya yang lain dia mungkin yang paling banyak memiliki teman-teman cowok dibanding kami, dia mudah akrab dengan orang lain dan yang pastinya paling enak di ajak kemana-mana kecuali di ajak berenang. Yang saya tahu isni sangat menyukai gunung dan laut entah alasan apa saya juga enggan bertanya. Dan akhir-akhir ini dia juga menyukai senja entah karena apa, dia memang suka berpindah-pindah soal selera tapi dia tidak pernah pindah soal status. Iya Jomblo. Bisa mengenal isni merupakan sesuatu yang patut saya syukuri tidak mudah menemukan seseorang yang paham dengan sifat dan kebiasaan kita karena kebanyakan orang hanya bisa berkata iya dan tidak tanpa ada alasan kenapa demikian. Terimakasih isni telah menjadi sahabat dan penikmat candu di setiap kent*t manisku. Keempat ada tsalasinta , saya biasa manggil salas, tapi ibunya biasa manggil sinta dia memiliki kesamaan dengan isni sama-sama orang jogja, Alhamdulillah banget karena bisa memiliki sahabat orang jogja asli jadi kalau gak mudik gini ada yang nampung. Kesamaan saya dengan salas adalah kami sama-sama suka makan bedanya saya makan banyak tidak gendut-gendut dan salas makan banyak badan pun melar. Tapi yang membuat saya salut dia tak pernah mempermaslahkan masalah berat badan seperti isni yang harus jaga banget biar tidak buncit atau seperti nanik yang pengen banget diet tapi mulut tetap ngunyah. Masalah asmara salas mungkin salah tiga di antara nanik dan waylia yang Alhamdulillah tidak seperti isni. Salas lebih santai dalam mengahadapi masalahnya dan lebih senang menikmati hidup dengan cara dia sendiri yang tentunya masih di zona wajar. Beberapa hal yang bisa saya ambil dari salas yaitu ketekunan dan kedewasaan. Menurut saya salas adalah pribadi yang luar biasa mandiri dan penyayang yang mungkin tidak banyak orang tau. Salas sudah kami anggap ibu sendiri karena ia paling besar di antara kami. Hehe Kelima ada sri haryati biasa di sapa yatik, entah bagaimana mulanya saya bisa bersahabat dengan dia. gadis manis dari riau campur boyolali ini juga tak kalah unik dari yang lain, mungkin ketika kalian datang dan meminta saran dari yatik akan kalian dapatkan saran tegas beserta alasan termantap yang mungkin tidak akan kalian dengar dari tempat lain. Yatik adalah sosok yang tegas di antara kami semua, dia adalah salah satu orang yang apabila berkata selalu apa adanya jika ia tidak menyukai sesuatu sepahit apapun akan ia katakan. Perihal asmara dia adalah salah empat dari sahabat-sahabat saya yang lain adem ayem dan damai-damai saja dan Alhamdulillah juga tidak seperti isni yang masih harus berurusan dengan para gebetan. Yatik adalah pendengar yang baik jika kita hendak bercerita akan sesuatu. Itulah sedikit basa basi saya tentang beberapa orang yang telah menjadi bagian dari cerita di jogja yang manis ini, masih banyak orang-orang hebat lainnya yang juga menjadi bagian dari cerita manis di jogja, masih ada cerita tentang tukang sate keliling langgananku, masih ada cerita tentang bapak kos yang baik dan masih ada cerita tentang kamu yang aku sebut kamu. Eeeaaaaak.
 NB : teruntuk kalian terimakasih telah menjadi bagian dari kenangan di jogja, terimakasih telah menjadi obat paling mujarap dari setiap kesakitan dan terimakasih telah menjadi pendengar setia ketika berkeluh kesah semoga pertemuan kita diberkahi dan semoga kalian lekas menikah.

 Terimakasih telah membaca tulisan yang tidak berfaedah ini. (sulaeni) Yogyakarta 20 juni 2018

5 komentar:

  1. Balasan
    1. Hahaha biar matamu panas. Btw dan tokoh yang jomblo tuh fur haha

      Hapus
  2. Uuu gadis dompu 💕 makasih juga udah jadi sahabat baik aku 🐒. Nanti kubawakan rendang oke beb 😁
    Kapan kapan kalo makan aku kasih kecepatan kilat dikit yes hehe
    Atau aku serahkan sebagian padamu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. Haha bawa yang banyak sekalian buat d jual.. wkwk km gk vakal visa makan dengan kecepatan paling cepat jadi tak apa jika harus berbagi dua denganku

      Hapus